Rabu, 18 Agustus 2010

Menuju Lingkungan Inklusif dan Ramah Terhadap Pembelajaran

Oleh,.. Suhendar S.Pd

Prolog…...apa itu Inklusi ?
...........................Menuju Lingkungan Inklusif, Ramah Terhadap Pembelajaran

Inklusi merupakan perubahan praktis yang memberi peluang anak dengan latar belakang dan kemampuan yang berbeda bisa berhasil dalam belajar. Perubahan ini tidak hanya menguntungkan anak yang sering tersisihkan, seperti anak berkebutuhan khusus, tetapi semua anak dan orangtuanya, semua guru dan administrator sekolah, dan setiap anggota masyarakat.
‘Inklusi’ berarti bahwa sebagai guru bertanggung jawab untuk mengupayakan bantuan dalam menjaring dan memberikan layanan pendidikan pada semua anak yang ada di masyarakat, keluarga, lembaga pendidikan, layanan kesehatan, pemimpin masyarakat, dan lain-lain.
Selama ini, istilah ‘inklusi’ diartikan dengan mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus di kelas umum dengan anak-anak lainnya. Dalam panduan ini, ‘inklusi’ mempunyai arti yang lebih luas.
‘Inklusi’ berarti mengikutsertakan anak berkelainan seperti anak yang emiliki kesulitan melihat, mendengar, tidak dapat berjalan, lamban dalam belajar. Secara luas “inklusi” juga berarti melibatkan seluruh peserta didik tanpa terkecuali.

.....................”Perubahan Praktis Mengikut sertakan Semua Anak Tanpa Kecuali”

Di beberapa tempat, semua anak mungkin masuk sekolah, tetapi masih terdapat beberapa anak yang terpisahkan dari keikutsertaan dalam pembelajaran di kelas, misalnya:

• Anak yang menggunakan bahasa ibu yang berbeda dengan buku-buku
pelajaran dan bacaan yang digunakan;
• Anak yang tidak pernah diberi kesempatan untuk aktif dalam kelas;
• Anak yang memiliki masalah gangguan penglihatan, pendengaran, bahasa, Mental,fungsi tubuh, Perilaku dan emosi.
atau
• Anak yang tidak pernah mendapatkan bantuan ketika mengalami hambatan
belajar.

Untuk semua kondisi di atas, maka guru diharapkan bertanggung jawab untuk
menciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar seluruh anak terlibat dalam proses pembelajaran.


Pembelajaran yang Ramah

Sekolah yang ramah terhadap anak merupakan sekolah di mana semua anak memiliki hak untuk belajar mengembangkan semua potensi yang dimilikinya seoptimal mungkin di dalam lingkungan yang nyaman dan terbuka. Menjadi “ramah” apabila keterlibatan dan partisipasi semua pihak dalam pembelajaran tercipta secara alami dengan baik.
Sekolah bukan hanya tempat untuk anak belajar, tapi guru pun juga ikut belajar dari keberagaman anak didiknya. Misalnya guru memperoleh hal yang baru tentang cara mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan dari keunikan serta potensi setiap anak. Lingkungan pembelajaran yang ramah berarti ramah kepada anak dan guru, artinya:

• Anak dan guru belajar bersama sebagai suatu komunitas belajar;
• Menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran;
• Mendorong partisipasi aktif anak dalam belajar; dan
• Guru memiliki minat untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik.

………………………………….”Ramah terhadap Pembelajaran Guru juga Belajar”

Apa saja aspek penting menuju mekanisme menuju Inklusi

Semua anak memiliki hak untuk belajar, tanpa memandang perbedaan fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa atau kondisi lainnya seperti yang ditetapkan dalam Konvensi Hak Anak yang telah ditandatangani hampir semua negara di dunia. Termasuk anak yang mengalami gangguan, cerdas dan berbakat. Kondisi lain termasuk juga anak jalanan, pekerja anak, anak-anak nomadik, anak-anak dengan bahasa lokal yang beragam, suku-suku minoritas, anak yang mengidap HIV dan AIDS, anak dari kelompok yang kurang beruntung, dan terpinggirkan.
Keberagaman kondisi di atas, perlu dipahami oleh guru, agar pelayanan pendidikan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan keunikan anak.
Mengajar anak dengan beragam latar belakang merupakan sebuah tantangan yang menarik. Jadi, kita membutuhkan pemahaman yang cukup mendalam agar dapat memberikan pelayanan pendidikan yang patut kepada semua anak didik. Tidak ada manusia lahir dengan pengetahuan yang utuh, tetapi ia dilahirkan dengan naluri belajar. Namun, seringkali naluri belajar anak dengan keingintahuannya yang besar terbunuh secara perlahan-lahan dalam
sistem pendidikan yang ada. Oleh karena itu kita butuh belajar secara terus-menerus melalui pengamatan, berbagi pengalaman, mengikuti workshop, membaca buku, dan menggali informasi dari berbagai sumber lainnya agar profesi kita sebagai guru terasah.
Setiap orang diharapkan dapat berbagi visi tentang bagaimana belajar, bekerja, dan bermain bersama. Yakinkan mereka, bahwa pendidikan hendaknya adil dan tidak diskriminatif, serta peka terhadap semua budaya dan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak. Pendidik, tenaga kependidikan, dan semua anak sebagai masyarakat sekolah menghargai berbagai perbedaan.



Hak Anak adalah :)

“Pendidikan Adil,....
Tidak Diskriminatif....
dan Relevan.....”

Inklusi juga mengajarkan kecakapan hidup dan gaya hidup sehat, agar peserta didik dapat melindungi diri dari penyakit dan bahaya. Terlebih lagi, di dalam Inklusi tidak ada kekerasan terhadap anak, pemukulan atau hukuman fisik mlainkan mendorong pendidikan dan tenaga kependidikan, anak, keluarga, dan masyarakat untuk saling membantu. Di mana anak beserta guru bertanggungjawab terhadap pembelajaran dan secara aktif berpartisipasi di dalamnya. Belajar berkaitan erat dengan materi yang dibutuhkan dan bermakna dalam kehidupan anak juga mempertimbangkan kebutuhan, minat, dan hasrat kita sebagai pendidik. Ini berarti memberikan kesempatan kepada kita merefleksi diri untuk mengenali lebih jauh bagaimana mengajar yang lebih baik.

Uji Aktivitas Afeksi Individu untuk bersama.....
Diskusikanlah bersama rekan Anda, apa saja aspek dari lingkungan inklusif, ramah terhadap pembelajaran:
• Gambarlah sebuah lingkaran besar, kemudian tuliskan kata “Sekolah MADANI menuju Inklusi yang sebenarnya” di tengah lingkaran.
• Mintalah rekan Anda untuk menuliskan satu atau dua karakteristik mana yang dimiliki sekolah Anda
• Sambungkan/tarik garis menuju lingkaran tengah yang telah di tulis seperti dalam “spider-web” (jaring laba-laba)

Karakteristik Lingkungan Inklusif, Ramah Terhadap Pembelajaran Berbasis Pada Visi Dan Nilai-Nilai

• Melibatkan SEMUA anak tanpa memandang perbedaan
• Melindungi SEMUA anak dari kekerasan, pelecehan dan penyiksaan
• Peka budaya,
• menghargai perbedaan dan menstimulasi
• pembelajaran untuk SEMUA anak
• Meningkatkan partisipasi dan kerjasama
• Menerapkan pola hidup sehat
• Belajar disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari anak;
• Anak bertanggungjawab atas pembelajarannya sendiri
• Memberikan kesempatan bagi guru untuk belajar, dan mengambil manfaat dari pembelajaran itu
• Keadilan jender dan Nondiskriminasi
• Keluarga, guru, dan masyarakat terlibat dalam pembelajaran anak

Catatan:
Mengubah kelas konvensional menjadi inklusif, ramah terhadap pembelajaran merupakan suatu proses. Proses ini tidak seperti membalik telapak tangan, karena memerlukan waktu dan kesunggguhan kerja kelompok yang intensif dan berkelanjutan.
Hal ini tentu akan sangat bermanfaat bagi kita secara profesional dan juga untuk anak didik, keluarga, dan masyarakatnya secara khusus.

Semoga ”Berkah” untuk kita semua.............................

Suhendar
Hendar.ortho@yahoo.com







Di Mana Anda Belajar Lebih Banyak Lagi?

Publikasi.

Booth T, Ainscow M, Black-Hawkins K, Vaughan M and Shaw L. (2000) Index for
Inclusion: Developing Learning and Participation in Schools. Bristol: Centre for
Studies on Inclusive Education.
Dutcher N. (2001) Expanding Educational Opportunity in Linguistically Diverse
Societies. Center for Applied Linguistics: Washington, DC.
EENET Asia newsletters. http://www.idp-europe.org/eenet/
Johnsen, Berit H. dan Skjørten, Miriam D. (editor) (2001) Pendidikan – Pendidikan
Kebutuhan Khusus: Sebuah pengantar. Bandung: DEPDIKNAS, Braillo Norway,
Universitas Pendidikan Indonesia [UPI].
Web: http://www.idp-europe.org/indonesia/buku-inklusi
Pijl SJ, Meijer CJW, and Hegarty S. (Eds.) (1997) Inclusive Education: A Global
Agenda. London: Routledge.
Slavin RE, Madden NA, Dolan LJ and Wasik BA. (1996) Every Child, Every School:
Success for All. Newbury Park, California: Corwin.
Stubbs, Sue (2002) Pendidikan Inklusif - Ketika hnaya ada sedikit sumber.
Oslo: Atlas Alliance. Web:
http://www.eenet.org.uk/theory_practice/IE%20few%20resources%20Bahasa.pdf
UNESCO (2001) Open File on Inclusive Education: Support Materials for Managers
and Administrators. Paris.
Web: http://unesdoc.unesco.org/images/0012/001252/125237eo.pdf
UNESCO (2005) Guidelines for Inclusion: Ensuring Access to Education for All. Paris.
Web: http://unesdoc.unesco.org/images/0014/001402/140224e.pdf
UNICEF (2006) Assessing child-friendly schools: A guide for programme managers in

East Asia and the Pacific. Bangkok.
Web: http://www.unicef.org/eapro/Assessing_CFS.pdf
Web sites
Centre for Studies on Inclusive Education (CSIE). http://www.inclusion.uwe.ac.uk
Enabling Education Network (EENET). http://www.eenet.org.uk
IDP Norway. http://www.idp-europe.org
Organisation for Economic Co-operation and Development. http//www.oecd.org/els/education
UNESCO. http://www.unesco.org/education
UNESCO/Inclusive Education. http://www.unesco.org/education/sne
UNICEF. http://www.unicef.org
UNICEF Teachers Talking About Learning. http://www.unicef.org/teachers

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar